Skip to main content

God's not Dead


Syalom teman-teman 😇😇😇
Saya disini ingin sedikit bercerita tentang pengalaman saya menonton film God’s not dead 1. Mungkin sebagian teman-teman sudah ada yang pernah menonton film ini ya kan? Jadi saya hanya menyampaikan pengalaman saya setelah menonton film ini. Film ini salah satu dari sekian banyak film rohani yang saya tonton. Dan film ini yang menguatkan saya dimasa sekarang ini sebagai seorang Kristen. Mudah-mudahan kedepannya teman-teman yang baca juga bisa dikuatkan. Amin....

Cuss langsung aja kita baca reviewnya👇👇👇

Dalam film ini menceritakan bagaimana seorang mahasiswa kristen bernama Josh Wheaton yang melewati berbagai pencobaan untuk membuktikan bahwa Tuhan itu ada. Pencobaan itu dimulai saat mahasiswa tersebut masuk ke kelas filsafat dimana dalam kelas itu professor Radisson yang mengajar adalah seorang yang atheis. Ketika kelas dimulai professor tersebut membuat kesepakatan yaitu semua mahasiswa harus menulis dikertas bahwa Tuhan itu tidak ada dan di tandatangani oleh mereka masing masing. Ketika kesepakatan itu dibuat josh tidak mengikutinya dan tidak terima dengan pernyataan dari professor Radisson. Kemudian josh ditantang untuk membuktikan bahwa Tuhan itu ada dengan memaparkan pendapatnya didepan kelas. Lalu mahasiswa yang lain menjadi jurinya. Suatu hal yang tak mudah karna jika josh salah mengucapkan kata-kata maka bisa saja makin banyak orang yang tidak percaya bahwa Tuhan itu ada. Dilema yang dialami josh membuatnya frustrasi sehingga iya berlari ke kaki Tuhan, salah satunya yaitu dengan pergi ke gereja dan saat yang bersamaan ia bertemu pendeta setempat dan berdiskusi agar ia bisa membuat orang lain percaya bahwa Tuhan itu ada. Kemudian pendeta memberikannya ayat referensi untuk josh agar ia bisa mendapat pencerahan. Setelah mendapat pencerahan josh pulang dan segera menyusun apa yang akan ia presentasikan didepan kelas. Tantangan yang dialami josh bukan hanya dari dosennya saja tetapi dari kekasihnya juga. Kekasihnya meminta josh untuk mengikuti keinginan dosennya agar langkah josh untuk lulus itu menjadi mudah. Namun josh tetap tidak mau, ia tetap berpegang teguh pada pendiriannya untuk membuktikan bahwa Tuhan itu ada. Dan apa yang terjadi, kekasihnya mengancam untuk meninggalkan Josh jika tidak melakukan apa yang dikatakannya. Sekali lagi Josh tetap bertahan dengan keyakinannya, ia tidak menghiraukan ancaman kekasihnya. Akhirnya hari itu tlah tiba dimana josh harus mempresentasikan pendapatnya didepan kelas.  

Dari penggalan cerita diatas pasti kalian pernah mengalami hal yg sama bukan, saat dimana kita diuji bahwa Tuhan itu ada atau tidak. Contoh kecilnya yaitu ketika kita ujian dan kita mengerjakan sendiri atau mencontoh jawaban teman, sebenarnya hal ini sudah menguji kita untuk percaya Tuhan atau tidak. Saya sendiri pernah seperti itu, tapi puji Tuhan sudah dipulihkan untuk tidak mencontoh lagi. Dan setelah tidak melakukan hal itu puji Tuhan, Tuhan Yesus selalu membantu saya tanpa harus mencontoh. Jadi teman-teman lakukan saja yang kalian bisa, jadi jangan takut untuk mendapat nilai jelek karna mengerjakan sendiri. Jadilah terang ditengah-tengah teman kalian, tidak mencontoh itu banyak hal positifnya. Usaha dan berdoa, sisanya biar Tuhan yang kerjakan (Ibrani 13:15b). Mungkin yang dialami josh memang lebih extream. Tapi percayalah hal yang kecil saja kita lakukan sesuai firman apalagi yang hal yang besar nanti pasti kita bisa (Lukas 16:10). Dan sekarang yang dipertanyakan adalah apakah kita sudah melakukan apa yang dilakukan josh yaitu memberitakan injil? Secara tidak langsung dalam film ini josh menjalankan prinsip-prinsip kekristenan yaitu menyangkal diri, memikul salib, dan mengikut Yesus. Sebagai orang percaya dalam kehidupan ini, kita harus menjalankan prinsip-prinsip tersebut.

Setelah berhasil mempresentasikannya josh mendapat pertanyaan-pertanyaan dari teman maupun dosen namun josh berhasil menjawab dan akhirnya semua mahasiswa dalam kelas tersebut percaya bahwa Tuhan itu ada. hal yang tidak mudah namun josh berhasil atas tuntunan dari Tuhan. Ingat usaha dan doa kita pasti akan dibantu Tuhan dan Tuhan tak akan pernah meninggalkan anaknya menyelesaikan semuanya dengan sendiri. 

Keep reading, keep blessing! God bless you🙏


Comments

Popular posts from this blog

Hello!

Shalom and welcome to our new blog!🙋 YES it’s “our” because the blog is managed by two person in it. Guess who we are? Taraaa~ Anita is on the left and Riyan on the right. We are met by God and decide to care and love one another 😄 This blog was made just because the idea that suddenly crossed in our mind then Riyan released this blog. We’ll write and share things that may bless many people out there especially, dear readers. And we also hope that through this blog, we –me and you who read this blog– can come into a deeper understanding of God’s love for us! That’s all for today. Keep reading, keep blessing! God bless you🙏

Hidup dipimpin Roh Kudus

    Roma 8:14 “ Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. ” Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan sebuah renungan tentang Hidup yang dipimpin oleh Roh Kudus. Dalam ayat tersebut disebutkan bahwa anak Allah adalah orang yang dipimpin Roh Allah. Jadi dapat disimpulkan jika hidup kita tidak dipimpin Roh Allah maka kita bukan anak Allah. Roh Allah yang dimaksud ini ialah Roh Kudus. Nah, teman-teman pasti taukan saat Tuhan Yesus naik ke sorga ketika itu juga Tuhan Yesus meninggalkan penghibur dan penolong bagi kita yaitu Roh Kudus. Dalam menjalani kehidupan ini teman-teman pasti pernahkan merasakan yang namanya putus asa, kecewa, frustrasi, dll. Pasti pernahkan? Memang berat rasanya melewati itu semua tapi Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk tidak menyerah begitu saja dengan keadaan yang dialami. Maka dari itu Tuhan Yesus meninggalkan Roh Kudus untuk menolong kita. Sungguh dasyat cara Tuhan dalam hidup ini, namun kadang kitanya yang tidak ber...