Roma 8:14 “Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.”
Pada
kesempatan kali ini saya akan membagikan sebuah renungan tentang Hidup yang
dipimpin oleh Roh Kudus. Dalam ayat tersebut disebutkan bahwa anak Allah adalah
orang yang dipimpin Roh Allah. Jadi dapat disimpulkan jika hidup kita tidak
dipimpin Roh Allah maka kita bukan anak Allah. Roh Allah yang dimaksud ini
ialah Roh Kudus. Nah, teman-teman pasti taukan saat Tuhan Yesus naik ke sorga
ketika itu juga Tuhan Yesus meninggalkan penghibur dan penolong bagi kita yaitu
Roh Kudus. Dalam menjalani kehidupan ini teman-teman pasti pernahkan merasakan
yang namanya putus asa, kecewa, frustrasi, dll. Pasti pernahkan? Memang berat
rasanya melewati itu semua tapi Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk tidak
menyerah begitu saja dengan keadaan yang dialami. Maka dari itu Tuhan Yesus
meninggalkan Roh Kudus untuk menolong kita. Sungguh dasyat cara Tuhan dalam
hidup ini, namun kadang kitanya yang tidak bersyukur.
Sedikit
kesaksian dari saya tentang renungan ini. Roh Kudus sangat sangat berkarya
dalam hidup saya. Tanpa adanya Roh Kudus mungkin saya sudah jatuh kedalam
jurang (kekecewaan, frustrasi, putus asa,dll) yang tak ada ujungnya haha
sedikit alay tapi memang itu yang saya rasakan. Karna Roh Kudus selalu
mengingatkan saya bagaimana kebaikan Tuhan. Salah satu karya Roh Kudus yang
paling membuat saya terkagum-kagum adalah saat saya terjun kedalam dunia
pelayan Altar. Kebetulan saya terlibat dalam 2 pelayanan gereja yaitu di daerah
asal saya dan di kota tempat saya menuntut ilmu. Dua gereja ini adalah tempat
saya untuk dibantu bertumbuh dalam Tuhan hingga sekarang.
Berbicara tentang
pelayanan saya di Altar, pelayanan saya bisa dibilang masi minim namun
kesaksian ini mungkin bisa menyadarkan teman-teman yang membaca bagaiman
pelayan itu ketika Roh Kudus yg menuntun. Ketika saya melayani Tuhan di Altar,
pada waktu itu saya mengalami sesuatu yang membuat saya menjadi tidak bergairah
lagi dalam melayani berbeda sekali dengan waktu saya saat awal-awal melayani. Semakin
hari pelayanan saya semakin menurun gairahnya dan sampai disatu titik saya
sudah bermain asal-asalan yang penting melayani. Setiap kali saya pelayanan
selalu seperti itu dan suatu hari saya mulai merasa untuk berhenti melayani. Saya
terus berkutat disitu hingga kehidupan rohani saya juga menjadi berantakan.
Setelah berkutat
disitu saya mulai membaca Firman. Ini salah satu contoh perbuatan yang
benar-benar tidak patut dicontoh yaitu ketika ada masalah baru mencari Tuhan. Setelah
membaca sebagian Firman Tuhan saya masi tetap saya belum mengalami apa-apa
karna pikiran saya. Pada suatu hari saya terlibat dalam suatu pelayanan Altar
dan pada ibadah itu saya melihat orang-orang mengalami Tuhan begitu dasyatnya ketika saya melayani. Disitu
saya langsung berfikir kehidupan rohani saya yang berantakan ini masi bisa membuat jemaat mengalami Tuhan dengan luar biasa, saat itu juga saya tersadar dan bergairah dalam melayani karna Tuhan tetap masi
mempercayakan saya untuk melayani Dia. Walau sebenarnya kita tidak pantas untuk
melayani Dia yaitu Raja diatas segala Raja, namun kita masi diberi kesempatan. Dan
saya juga ditegur lewat firmannya bahwa kita itu seperti uang. Mengapa? Karna uang
tetaplah berharga walaupun sudah diinjak, dilecekin, dibuang, dan lain-lain. Jadi
kita adalah ciptaan Tuhan yang diciptakan serupa dan segambar denganNya. Apapun
masalahmu tetaplah percaya Tuhan, maka Tuhan akan menuntun engkau untuk bisa
menghadapi masalah itu. Karna Tuhan tidak akan pernah meninggalkan anakNya,
carilah Tuhan selama Ia masi berkenan ditemui.
keep reading, keep blessing! God bless youπ


Comments
Post a Comment